Assalamualaikum,
masih ingat g sama pahlawan super raksasa dari negeri matahari terbit bernama ultraman? Pasti ingat dong. Mana ada pahlawan lain yg punya badan langsing tapi punya tenaga kuat kayak ultraman ini. Dulu di televisi kita rajin diputar berbagai macam versi ultraman. Saya g gitu ingat ultraman yg tayang jaman saya masih TK atau kelas 1 SD. Tapi yg paling saya ingat adalah ultraman tiga. Tayang waktu saya kelas 5 SD. Saya suka karena wujud manusia ultraman tiga yg bernama Daigo cakep ^^. Terus berturut2 ada ultraman Dina dan Gaya. Semua jenis ultraman itu punya cerita sendiri. Bagaimana kalau ketiga ultraman digabungin bersama beberapa ultraman jaman dulu angkatan 70an? Secara kebetulan saya lihat film ultraman yg menggabungkan ultraman akhir tahun 90an itu dan ultraman era 70an. Saya senang bisa lihat Daigo lagi yg masih cakep meski udah oom2 ^^. Tapi bukan film itu yg bikin saya jadi ingat dulu waktu kecil saya merasa kalau ultraman keren. Film yg baru aja saya lihat inilah yg bikin saya kembali bernostalgia dg ultraman. Di film ultraman yg berjudul ultraman battle galaxy menggabungkan smua jenis ultraman kumpul jadi satu. Di pembukaannya aja udah diperlihatkan planet tempat ultraman tinggal. Sejauh mata memandang isinya ultraman semua.
Karena musuhnya juga ultraman yg jahat, pertarungannya jadi lebih seru. Para wujud manusia ultraman yg biasanya g terlalu banyak beraksi, di sini juga dapat bagian lumayan banyak beraksi. Nggak kalah keren ketika mereka berubah jadi ultraman. Bahkan para wujud manusia ultraman seven yg udah sepuh juga g mau kalah dengan yg muda. Mungkin karena formatnya movie, adegan aksinya lebih banyak. Dari menit awal hingga akhir isi film 80% adalah aksi. Dan saya sangat menikmati. Bagaimana para ultraman yg super langsing itu memamerkan jurus2 pamungkas mereka. Kalau kalian penggemar ultraman, pasti tahu jurus patennya semua ultraman. Tangan kanan dan kiri yg disatukan seperti huruf L atau kadang seperti tanda plus dan mengeluarkan sinar yg dapat meledakkan monster. Juga pose2 ketika mereka baru aja berubah atau ketika baru aja selesai mengalahkan musuh. Bagi orang seumuran saya yg bukan pecinta tokusatsu pasti akan mengatakan pose2 ultraman itu norak dan kekanak2an. Mungkin saya masih kekanak2an, tapi ketegangan dan rasa kagum yang saya rasakan sama dg ketika saya melihat film2 kunfu jacky chan atau film aksi yg seru. Mungkin saya berlebihan.
Ceritanya sih biasa, seperti cerita2 ultraman pada umumnya. Tapi seperti film jepang pada umumnya, selalu ada pesan yg ingin disampaikan. Dan pesan itu pun sampai. Ultraman adalah icon pahlawan anak2 yg selalu mengajarkan tentang rasa percaya akan adanya kebaikan, mimpi, dan cita2. Setiap bentuk ultraman dari jaman dulu hingga sekarang selalu mengajarkan tentang rasa percaya dan impian akan perdamaian. Keren kan?
Wassalamualaikum
Minggu, 28 November 2010
Rabu, 24 November 2010
Kayak lawakan
Assalamualaikum
Disadari atau nggak, sekarang banyak sekolah kesehatan bermunculan. Dulu, bidan atau perawat cukup hanya lulusan SPK yg setingkat dengan SMA. Begitu lulus langsung ditugaskan karena peminatnya memang sedikit. Sekarang, di jaman milenium, untuk dapat pekerjaan saja susah banget meski sudah jadi sarjana. Indonesia adalah negara dg tingkat pengangguran yg tinggi. Banyak lulusan sarjana yg berakhir menjadi pengangguran. Bagi yg kreatif adalah soal lain. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Tapi berbisnis juga bukan perkara mudah. Dibutuhkan strategi dan kreatifitas yg tinggi karena banyak saingan.
Balik lagi ke masalah awal. Pekerjaan menjadi petugas kesehatan dipandang sebagai pekerjaan yg sukses. Terutama bidan karena bisa membuka praktek sendiri. Konon katanya penghasilan bidan dari prakteknya bisa lebih tinggi dari dokter. Maka berbondong2lah orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah kesehatan. Karena banyaknya peminat, banyak pula bermunculan sekolah kesehatan yg celakanya belum tentu dapat ijin dan akreditasi. Banyak orang awam tidah tahu, mereka dg senang hati memasukkan anaknya ke sekolah yg baru meluluskan beberapa angkatan. Apalagi hanya dg beberapa biaya tambahan sang anak bisa langsung masuk tanpa harus susah2 ikut ujian. Budaya suap memang seperti mendarah daging di Indonesia. Seperti berita yg santer beredar sekarang. Asal punya uang, anak dg kemampuan kurang pun bisa masuk universitas terkenal. Asal ada uang segepok, sarjana yg baru lulus kemarin bisa jadi pegawai negeri. Masalahnya tidak semua orang punya kekayaan yg melimpah. Bayar sekolahnya aja minta ampun.
Banyaknya sekolah yg bermunculan tidak dibarengi dg kinerja yg bagus juga. Banyak sekolah yg memasukkan murid sebanyak2nya tanpa berpikir apakah semua anak itu bisa dapat kerja setelah lulus. Jadwal kalender akademik yg amburadul. Dan lebih parahnya sistem penilaian yg seenaknya. Mahasiswa susah payah melakukan ujian. Mendapatkan nilai, tapi nilai yg didapatkan tidak dicantumkan. Yang tercantum adalah nilai yg datang entah dari mana. Bagi yg mujur dapat nilai bagus bisa tersenyum. Bagi yg sial, manyun.
Rasanya seperti lawakan. Kerja keras selama bertahun2 berakhir dg rekayasa. Kalau seperti itu, bukannya sama saja dg para pembeli ijazah sarjana. Tinggal kasih uang, bisa dapat titel sarjana.
Karena sudah membudaya sulit dihilangkan. Memang masih ada orang2 yg berpikiran sehat dan jujur. Semoga mereka yg masih punya idealisme tidak ikut terperosok ke dalam budaya yg memalukan ini.
Wassalamualaikum
Disadari atau nggak, sekarang banyak sekolah kesehatan bermunculan. Dulu, bidan atau perawat cukup hanya lulusan SPK yg setingkat dengan SMA. Begitu lulus langsung ditugaskan karena peminatnya memang sedikit. Sekarang, di jaman milenium, untuk dapat pekerjaan saja susah banget meski sudah jadi sarjana. Indonesia adalah negara dg tingkat pengangguran yg tinggi. Banyak lulusan sarjana yg berakhir menjadi pengangguran. Bagi yg kreatif adalah soal lain. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Tapi berbisnis juga bukan perkara mudah. Dibutuhkan strategi dan kreatifitas yg tinggi karena banyak saingan.
Balik lagi ke masalah awal. Pekerjaan menjadi petugas kesehatan dipandang sebagai pekerjaan yg sukses. Terutama bidan karena bisa membuka praktek sendiri. Konon katanya penghasilan bidan dari prakteknya bisa lebih tinggi dari dokter. Maka berbondong2lah orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah kesehatan. Karena banyaknya peminat, banyak pula bermunculan sekolah kesehatan yg celakanya belum tentu dapat ijin dan akreditasi. Banyak orang awam tidah tahu, mereka dg senang hati memasukkan anaknya ke sekolah yg baru meluluskan beberapa angkatan. Apalagi hanya dg beberapa biaya tambahan sang anak bisa langsung masuk tanpa harus susah2 ikut ujian. Budaya suap memang seperti mendarah daging di Indonesia. Seperti berita yg santer beredar sekarang. Asal punya uang, anak dg kemampuan kurang pun bisa masuk universitas terkenal. Asal ada uang segepok, sarjana yg baru lulus kemarin bisa jadi pegawai negeri. Masalahnya tidak semua orang punya kekayaan yg melimpah. Bayar sekolahnya aja minta ampun.
Banyaknya sekolah yg bermunculan tidak dibarengi dg kinerja yg bagus juga. Banyak sekolah yg memasukkan murid sebanyak2nya tanpa berpikir apakah semua anak itu bisa dapat kerja setelah lulus. Jadwal kalender akademik yg amburadul. Dan lebih parahnya sistem penilaian yg seenaknya. Mahasiswa susah payah melakukan ujian. Mendapatkan nilai, tapi nilai yg didapatkan tidak dicantumkan. Yang tercantum adalah nilai yg datang entah dari mana. Bagi yg mujur dapat nilai bagus bisa tersenyum. Bagi yg sial, manyun.
Rasanya seperti lawakan. Kerja keras selama bertahun2 berakhir dg rekayasa. Kalau seperti itu, bukannya sama saja dg para pembeli ijazah sarjana. Tinggal kasih uang, bisa dapat titel sarjana.
Karena sudah membudaya sulit dihilangkan. Memang masih ada orang2 yg berpikiran sehat dan jujur. Semoga mereka yg masih punya idealisme tidak ikut terperosok ke dalam budaya yg memalukan ini.
Wassalamualaikum
Selasa, 23 November 2010
Bumi Masih Berputar
Assalamualaikum
Entah kenapa hari ini saya ingat dengan komik saya yang judulnya Bumi Masih Berputar. Saya beli komik ini waktu saya kelas 2 SMP. Sekarang saya baru aja lulus kuliah. Kalau dihitung2 udah 8 tahunan. Saya ingat dulu banyak teman sekelas yg pinjam komik saya itu sampai lecek saking seringnya dibaca. Padahal saya udah berusaha untuk menjaga komikx tetap bagus. Pasalx komik ini istimewa bagi saya karena beda dg komik2 lain yg pernah saya baca. Bumi masih berputar terbit di Jepang pada tahun 1985. Tapi ceritanya masih relevan di masa sekarang. Tema komik ini adalah tentang orang aneh dari dimensi lain. Bercerita tentang seorang gadis SMA bernama Sakami Torii yg bersahabat dg 3 cowok keren teman sekelasnya tapi memiliki pribadi yg aneh. Ada Daiji Morisaki yg masochist, Shiro Haruna yg mother complex, dan Tenku Otokuni yg narcissist. Pada awalnya Sakami takut dg 3 sekawan ini ketika mengetahui rahasia mereka dan berusaha menghindar, tapi akhirnya bersahabat karib dg mereka ketika tidak sengaja 3 sekawan itu tahu rahasia Sakami tentang ayahnya yg tidak macho.
Cerita yg disajikan ringan dan lucu. Kelucuan spontan yg biasanya ada di komik2 Jepang di tahun 80an (ini hanya pandangan pribadi saya). Karena temanya tentang orang aneh, hampir semua tokoh yg muncul memiliki kepribadian aneh. Tidak hanya 3 sekawan Daitenshi. Tokoh yg kelihatannya normal, tapi seiring dengan berjalannya cerita ternyata memiliki penyimpangan kepribadian. Di sini diceritakan walau hal2 aneh sudah dianggap tidak aneh lagi, tapi tetap saja beberapa orang masih menganggap orang yg memiliki kepribadian yg menyimpang dianggap aneh dan menjauhi mereka. Hal itu masih berlaku di jaman sekarang, 25 tahun setelah komik ini terbit, bagaimana orang2 transeksual, gay, atau lesbian masih dikucilkan dalam masyarakat. Tapi bumi masih berputar, apapun pandangan orang, tetap ada hari esok dimana kita bisa berusha menjadi pribadi yg lebih baik.
Komik ini adalah shoujo manga yg menghibur dan ringan. Ceritanya tidak secara langsung menganjurkan kita untuk menghargai semua orang apapun keadaannya. Tapi dengan pemahaman yg bijaksana, komik yg dari luar hanya menghibur ternyata bisa memberikan makna yg dalam. Memang sudah banyak cerita tentang orang2 dg kepribadian yg tidak biasa, Bumi Masih Berputar menurut saya adalah salah satu yg bagus dan wajib dibaca sebagai hiburan.
Wassalamualaikum
Entah kenapa hari ini saya ingat dengan komik saya yang judulnya Bumi Masih Berputar. Saya beli komik ini waktu saya kelas 2 SMP. Sekarang saya baru aja lulus kuliah. Kalau dihitung2 udah 8 tahunan. Saya ingat dulu banyak teman sekelas yg pinjam komik saya itu sampai lecek saking seringnya dibaca. Padahal saya udah berusaha untuk menjaga komikx tetap bagus. Pasalx komik ini istimewa bagi saya karena beda dg komik2 lain yg pernah saya baca. Bumi masih berputar terbit di Jepang pada tahun 1985. Tapi ceritanya masih relevan di masa sekarang. Tema komik ini adalah tentang orang aneh dari dimensi lain. Bercerita tentang seorang gadis SMA bernama Sakami Torii yg bersahabat dg 3 cowok keren teman sekelasnya tapi memiliki pribadi yg aneh. Ada Daiji Morisaki yg masochist, Shiro Haruna yg mother complex, dan Tenku Otokuni yg narcissist. Pada awalnya Sakami takut dg 3 sekawan ini ketika mengetahui rahasia mereka dan berusaha menghindar, tapi akhirnya bersahabat karib dg mereka ketika tidak sengaja 3 sekawan itu tahu rahasia Sakami tentang ayahnya yg tidak macho.
Cerita yg disajikan ringan dan lucu. Kelucuan spontan yg biasanya ada di komik2 Jepang di tahun 80an (ini hanya pandangan pribadi saya). Karena temanya tentang orang aneh, hampir semua tokoh yg muncul memiliki kepribadian aneh. Tidak hanya 3 sekawan Daitenshi. Tokoh yg kelihatannya normal, tapi seiring dengan berjalannya cerita ternyata memiliki penyimpangan kepribadian. Di sini diceritakan walau hal2 aneh sudah dianggap tidak aneh lagi, tapi tetap saja beberapa orang masih menganggap orang yg memiliki kepribadian yg menyimpang dianggap aneh dan menjauhi mereka. Hal itu masih berlaku di jaman sekarang, 25 tahun setelah komik ini terbit, bagaimana orang2 transeksual, gay, atau lesbian masih dikucilkan dalam masyarakat. Tapi bumi masih berputar, apapun pandangan orang, tetap ada hari esok dimana kita bisa berusha menjadi pribadi yg lebih baik.
Komik ini adalah shoujo manga yg menghibur dan ringan. Ceritanya tidak secara langsung menganjurkan kita untuk menghargai semua orang apapun keadaannya. Tapi dengan pemahaman yg bijaksana, komik yg dari luar hanya menghibur ternyata bisa memberikan makna yg dalam. Memang sudah banyak cerita tentang orang2 dg kepribadian yg tidak biasa, Bumi Masih Berputar menurut saya adalah salah satu yg bagus dan wajib dibaca sebagai hiburan.
Wassalamualaikum
Kamis, 11 November 2010
Fall in love
assalamualaikum
I am falling in love again.
with someone who act as L

pengen banget lihat filmnya yang norwegian wood. baru baca novelnya secuil tapi saya sudah jatuh cinta ma ceritanya. haruki murakami emang T.O.P.B.G.T
I am falling in love again.
with someone who act as L

pengen banget lihat filmnya yang norwegian wood. baru baca novelnya secuil tapi saya sudah jatuh cinta ma ceritanya. haruki murakami emang T.O.P.B.G.T
Rabu, 03 November 2010
Personal taste
Assalamualaikum
Saya suka drama Asia. Terutama dorama Jepang. Tapi sayang TV Indonesia jarang nayangin drama dari negeri matahari terbit. Saya ingat, dorama Jepang terakhir yg diputar di Indosiar adalah the ring 2. Itupun tayangx tengah malam. Sekarang yg sedang booming adalah drama Korea. Saya cukup menikmatix. Walau inti cerita semua drama sama, tapi orang Korea lumayan kreatif mengolah cerita dalam dramax.
Yg sedang diputar di televisi Indonesia sekarang salah satux adalah Personal taste. Buat penggemar Lee Min Ho pasti suka dg drama ini.
Cerita diawali dg pertemuan Jin Ho (Lee Min Ho) dg Kae In (So Hye Jin). Mereka berebut taksi tapi malah sama2 naik bis. Tanpa sengaja Jin Ho memegang bokong Kae In ketika bis tiba2 berhenti. Sebagai gantix Kae In merusak contoh bangunan yg dibawa Jin Ho. Ternyata tujuan mereka sama, Jin Ho mengikuti lomba arsitektur, Kae In melakukan pameran furnitur. Jin Ho kalah dari Chang Ryul yg merupakan pacar Kae In, tapi ternyata akan menikah dg sahabat Kae In, In Hee. Ketika Chang Ryul ingim memberi tahu Kae In, Kae In malah mengira dirix akam diramal. Kae In baru mengetahuix ketika menghadiri pesta perkawinan In Hee tanpa tahu kalau calon suamix adalah chang Ryul. Ketika mengetahuix, Kae In syok dan malah diamankan di ruang siaran. Karena tidak sengaja tombol on air tertekan, Kae In dan temanx membicarakan tentang kejelekan Chang Ryul yg kemudian membuat In Hee marah dan membatalkan pernikahan. Belum cukup dicampakkan pacarx dan dikhianati sahabatx, uang Kae In yg jatahx untuk membayar hutang di bank dihabiskan rekanx. Tapi Kae In adalah gadis polos yg berpikiran positif, rekanx dibiarkan kabur. Untuk melunasi hutang bank dia menyewakan kamar di rumahx, sang go jae. Kebetulan sang go jae dijadikan model untuk pembangunan sebuah museum. Perusahaan Jin Ho yg terancam bangkrut mengikuti lomba itu dan bertekat menang. Karena itu mereka melakukan segala cara. Jin Ho menyewa kamar di sang go jae. Awalx Kae In menolak, tapi setelah diyakinkan kalau tidak akan terjadi apa2 karena teman Kae In mengira Jin Ho gay karena kesalah pahaman. Tinggallah Jin Ho di rumah Kae In. Cerita terus bergulir seputar usaha Kae In dg dibantu Jin Ho membalas dendam kepada Chang Ryul. Karena itu Kae In dan Jin Ho menjadi semakin dekat dan akhirx saling jatuh cinta. Tapi Jin Ho harus dihadapkan suatu pilihan, memilih Kae In atau memenangkan lomba.
Sinopsisx panjang banget. Drama ini lumayan bagus. Chemistry antara Lee Min Ho dan So Hye Jin bagus. Padahal Lee Min Ho lebih muda dari So Hye Jin. Peranx sebagai Jin Ho jauh lebih bagus daripada ketika dia berperan sebagai Gu Jun Pyo di BBF. Di drama ini juga bertaburan cameo bintang terkenal. Seperti Kim Nam Gil dan Yoon Eun Hye. Ada satu adegan yang sangat saya suka. Waktu itu Kae In menemani Jin Ho ke pesta sebagai salah satu strategi untuk membalas dendam ke Chang Ryul. Di tengah pesta tiba2 Kae In dismenorea karena datang bulan. Dia menyuruh Jin Ho beli pembalut, Jin Ho langsung melesat pergi beli pembalut. Walau agak malu disoraki siswi2 SMA. Di rumah ternyata perut Kae In masih sakit. Karena khawatir Jin Ho membuatkan minuman hangat. Tapi Kae In malah tidur di lantai karena saking sakitx, Jin Ho pergi ke rumahx untuk mengambil obat penghilang sakit. Setelah minum obat dari Jin Ho, Kae In minta dielus perutx, dg patuh Jin Ho melakukanx. Jin Ho bener2 laki2 impian :)
Kekurangan drama ini sama dg drama2 Korea lainx. Entah ini kekurangan atau g, tapi saya g nyaman melihatx. Banyak adegan dipaksakan. Tapi overall drama ini asyik. G rugi melihatx. Terutama bagi penggemar Lee Min Hoo.
Wassalamualaikum
Saya suka drama Asia. Terutama dorama Jepang. Tapi sayang TV Indonesia jarang nayangin drama dari negeri matahari terbit. Saya ingat, dorama Jepang terakhir yg diputar di Indosiar adalah the ring 2. Itupun tayangx tengah malam. Sekarang yg sedang booming adalah drama Korea. Saya cukup menikmatix. Walau inti cerita semua drama sama, tapi orang Korea lumayan kreatif mengolah cerita dalam dramax.
Yg sedang diputar di televisi Indonesia sekarang salah satux adalah Personal taste. Buat penggemar Lee Min Ho pasti suka dg drama ini.
Cerita diawali dg pertemuan Jin Ho (Lee Min Ho) dg Kae In (So Hye Jin). Mereka berebut taksi tapi malah sama2 naik bis. Tanpa sengaja Jin Ho memegang bokong Kae In ketika bis tiba2 berhenti. Sebagai gantix Kae In merusak contoh bangunan yg dibawa Jin Ho. Ternyata tujuan mereka sama, Jin Ho mengikuti lomba arsitektur, Kae In melakukan pameran furnitur. Jin Ho kalah dari Chang Ryul yg merupakan pacar Kae In, tapi ternyata akan menikah dg sahabat Kae In, In Hee. Ketika Chang Ryul ingim memberi tahu Kae In, Kae In malah mengira dirix akam diramal. Kae In baru mengetahuix ketika menghadiri pesta perkawinan In Hee tanpa tahu kalau calon suamix adalah chang Ryul. Ketika mengetahuix, Kae In syok dan malah diamankan di ruang siaran. Karena tidak sengaja tombol on air tertekan, Kae In dan temanx membicarakan tentang kejelekan Chang Ryul yg kemudian membuat In Hee marah dan membatalkan pernikahan. Belum cukup dicampakkan pacarx dan dikhianati sahabatx, uang Kae In yg jatahx untuk membayar hutang di bank dihabiskan rekanx. Tapi Kae In adalah gadis polos yg berpikiran positif, rekanx dibiarkan kabur. Untuk melunasi hutang bank dia menyewakan kamar di rumahx, sang go jae. Kebetulan sang go jae dijadikan model untuk pembangunan sebuah museum. Perusahaan Jin Ho yg terancam bangkrut mengikuti lomba itu dan bertekat menang. Karena itu mereka melakukan segala cara. Jin Ho menyewa kamar di sang go jae. Awalx Kae In menolak, tapi setelah diyakinkan kalau tidak akan terjadi apa2 karena teman Kae In mengira Jin Ho gay karena kesalah pahaman. Tinggallah Jin Ho di rumah Kae In. Cerita terus bergulir seputar usaha Kae In dg dibantu Jin Ho membalas dendam kepada Chang Ryul. Karena itu Kae In dan Jin Ho menjadi semakin dekat dan akhirx saling jatuh cinta. Tapi Jin Ho harus dihadapkan suatu pilihan, memilih Kae In atau memenangkan lomba.
Sinopsisx panjang banget. Drama ini lumayan bagus. Chemistry antara Lee Min Ho dan So Hye Jin bagus. Padahal Lee Min Ho lebih muda dari So Hye Jin. Peranx sebagai Jin Ho jauh lebih bagus daripada ketika dia berperan sebagai Gu Jun Pyo di BBF. Di drama ini juga bertaburan cameo bintang terkenal. Seperti Kim Nam Gil dan Yoon Eun Hye. Ada satu adegan yang sangat saya suka. Waktu itu Kae In menemani Jin Ho ke pesta sebagai salah satu strategi untuk membalas dendam ke Chang Ryul. Di tengah pesta tiba2 Kae In dismenorea karena datang bulan. Dia menyuruh Jin Ho beli pembalut, Jin Ho langsung melesat pergi beli pembalut. Walau agak malu disoraki siswi2 SMA. Di rumah ternyata perut Kae In masih sakit. Karena khawatir Jin Ho membuatkan minuman hangat. Tapi Kae In malah tidur di lantai karena saking sakitx, Jin Ho pergi ke rumahx untuk mengambil obat penghilang sakit. Setelah minum obat dari Jin Ho, Kae In minta dielus perutx, dg patuh Jin Ho melakukanx. Jin Ho bener2 laki2 impian :)
Kekurangan drama ini sama dg drama2 Korea lainx. Entah ini kekurangan atau g, tapi saya g nyaman melihatx. Banyak adegan dipaksakan. Tapi overall drama ini asyik. G rugi melihatx. Terutama bagi penggemar Lee Min Hoo.
Wassalamualaikum
Label:
Drama korea,
Lee Min Ho,
review,
So Hye Jin
Sabtu, 30 Oktober 2010
The Uniform
Assalamualaikum!
Sepanjang hidup saya, saya selalu memakai seragam ketika sekolah. Dari TK ampe kuliah. Dulu saya berangan2 kalau saya kuliah saya bisa pakai baju bebas sesuka saya. Yang sopan tentunya. Ketika saya utarakan niat saya untuk melanjutkan sekolah setelah lulus SMA, ibu saya mengusulkan agar saya kuliah kesehatan. Saya langsung setuju. Dulu saya punya cita2 jadi perawat. Dan lagi2 saya harus pake seragam, melupakan impian saya untuk kuliah pake baju bebas. Tapi kalau dipikir2 pake seragam itu praktis. G perlu pusing mikirin baju apa yg akan dipake. Strata setiap anak juga kelihatan sama. G ada yg akan minder soal baju. Kecuali karena seragamx putih, bisa ketahuan yg nyucix bersih atau g :).
Btw hari ini saya g usah pake seragam ke kampus. Karena ada gladi bersih wisuda. Begitu sampai kampus
suasana kampus jadi berbeda. Setiap anak pake baju bagus. Yg biasax berjilbab banyak yg memperlihatkan rambut rebondinganx. Maklum cuma satu hari ini aja mereka bisa berekspresi sesuka hati. Biasax salah pake sepatu aja udah disuruh pulang ganti sepatu.
Pernah waktu saya lagi sidang, karena mulaix telat, sidang molor ampe sore. Ketika sore kampus saya dipake anak fakultas umum. Banyak anak2 fakultas umum yg mulai datang. Dan hanya ada lima anak saja yg berseragam putih2. Salah satu teman nyeletuk klo pagi kita berkuasa, kalau malam jadi kaum minoritas. Kami cuma melihat anak2 fakultas umum itu berjalan hilir mudik. Pernah juga ada teman yang cerita, pulang bareng2 naik bis pake seragam, kondekturx nyeletuk, awas ada pocong lewat! Keterlaluan deh si kondektur. Tapi yg dengar cerita itu mau nggak mau ketawa.
Walau udah puas pake seragam, saya suka dengan seragam.
Wassalamualaikum
Sepanjang hidup saya, saya selalu memakai seragam ketika sekolah. Dari TK ampe kuliah. Dulu saya berangan2 kalau saya kuliah saya bisa pakai baju bebas sesuka saya. Yang sopan tentunya. Ketika saya utarakan niat saya untuk melanjutkan sekolah setelah lulus SMA, ibu saya mengusulkan agar saya kuliah kesehatan. Saya langsung setuju. Dulu saya punya cita2 jadi perawat. Dan lagi2 saya harus pake seragam, melupakan impian saya untuk kuliah pake baju bebas. Tapi kalau dipikir2 pake seragam itu praktis. G perlu pusing mikirin baju apa yg akan dipake. Strata setiap anak juga kelihatan sama. G ada yg akan minder soal baju. Kecuali karena seragamx putih, bisa ketahuan yg nyucix bersih atau g :).
Btw hari ini saya g usah pake seragam ke kampus. Karena ada gladi bersih wisuda. Begitu sampai kampus
suasana kampus jadi berbeda. Setiap anak pake baju bagus. Yg biasax berjilbab banyak yg memperlihatkan rambut rebondinganx. Maklum cuma satu hari ini aja mereka bisa berekspresi sesuka hati. Biasax salah pake sepatu aja udah disuruh pulang ganti sepatu.
Pernah waktu saya lagi sidang, karena mulaix telat, sidang molor ampe sore. Ketika sore kampus saya dipake anak fakultas umum. Banyak anak2 fakultas umum yg mulai datang. Dan hanya ada lima anak saja yg berseragam putih2. Salah satu teman nyeletuk klo pagi kita berkuasa, kalau malam jadi kaum minoritas. Kami cuma melihat anak2 fakultas umum itu berjalan hilir mudik. Pernah juga ada teman yang cerita, pulang bareng2 naik bis pake seragam, kondekturx nyeletuk, awas ada pocong lewat! Keterlaluan deh si kondektur. Tapi yg dengar cerita itu mau nggak mau ketawa.
Walau udah puas pake seragam, saya suka dengan seragam.
Wassalamualaikum
Sabtu, 23 Oktober 2010
Cinderella story
Assalamualaikum!
Udah lama saya g nulis di sini. Tiba2 saya ingin share sesuatu. Sesuai judul, kemarin malam tanpa sengaja saya lihat film cinderella yg kalau g salah judulx glass shoes. Awalx saya g ngeh kalau film itu menceritakan tentang cinderella. Di awal2 saya malah menganggap tokoh utamax adalah sang kakak tiri, yg bernama Iris karena dia punya karakterisasi yg kuat. Digambarkan dia adalah seorang gadis yg cerdas dan berbakat. Sementara sang cinderella yg bernama Clara digambarkan sebagai gadis cantik yg manja dan g mau keluar rumah. Saya baru ngeh ketika ibu Iris mendekati ayah Clara kemudian mereka menikah.
Berbeda dengan versi cinderella lainx dimana cinderella disiksa oleh ibu tirix, Clara bekerja layakx pembantu atas keinginanx sendiri. Kebetulan walau kaya rumahx g ada pembantux. Awalx Iris, ibux dan kakakx yg bekerja di sana, tapi karena ibu Iris sudah jadi nyonya rumah, dia terbebas dari tugas pembantu. Dia g memaksa Clara untuk bekerja. Clara bekerja karena g mau disuruh keluar rumah dan memilih untuk sembunyi di dapur. Sang ibu tiri bukanx ibu tiri yg baik, dia memaksa Clara untuk menikah dg orang yg akan menyita rumah mereka. Berusaha menarik perhatian suamix agar diperlakukan lebih baik dari Clara.
Seperti yg saya katakan sebelumx, di awal cerita saya menganggap Iris sebagai tokoh utama, tokoh yg menjadi center cerita. Karena memang Iris mendapat porsi penceritaan yg lebih banyak. Dia gadis yg mempunyai bakat melukis, dia belajar melukis dari seorang seniman dan bersahabat denganx. Ketika berhadapan dg orang lain dia bisa berbicara dg melontarkan kata2 yg cerdas dan membuat orang tahu kalau dia gadis cerdas. Tapi sayang dia terlalu rendah diri. Dia menganggap dirix g menarik karena kalah cantik dari Clara. Dia juga dipaksa ibux untuk menjalani hidup sesuai keinginan ibux. Dia jadi g yakin untuk meraih impianx menjadi pelukis. Juga menunjukkan cintax pada Casper, pelukis muda pujaan hatix.
Saya sudah banyak melihat berbagai versi kisah Cinderella. Saya paling suka Cinderella yg diperankan oleh Drew Barrymore yg berjudul Ever After. Cinderella terlihat kuat dan tangguh juga cerdas. Hubunganx dg pangeran juga lebih romantis dan masuk akal. Pangeran jatuh cinta pada Cinderella g hanya karena cantik tapi juga karena dia cerdas dan menarik. Dalam glass shoes sang pangeran jatuh cinta hanya karena Clara cantik. Dia sudah bernafsu duluan lihat Clara datang. Sebelumx pangeran tertarik pada Iris yg terlihat cerdas waktu diajakx bicara.
Beberapa waktu yg lalu ada drama korea yg ditayangkan di Indosiar yg berjudul Cinderella's stepsister. Saya suka ide cerita kakak tiri dijadikan sebagai pemeran utama. Tapi saya hanya lihat episode awalx aja. Sisax g saya lihat karena ceritax g ada bedanya dg sinetron.
En jo sang kakak tiri, digambarkan sebagai gadis pintar tapi memiliki kebencian yg besar. Dia g pernah senyum dan g pernah memperhatikan orang lain. Persamaanx dg Iris adalah mereka sama2 gadis pintar. Tapi Iris walau kakak tiri, dia g pernah jahat pada Clara, justru dia sering membantu Clara. Walau dia sedikit iri pada kecantikan Clara yg membuat Casper tertarik. Satu hal yg membuatx g pede pada perasaanx dg Casper.
Glass shoes bukan film yg luar biasa. Tapi saya bisa menikmatix. Karena saya memang suka dg cerita Cinderella. Tapi di film ini saya lebih suka kisah antara Iris dg Casper.
Wassalamualaikum
Udah lama saya g nulis di sini. Tiba2 saya ingin share sesuatu. Sesuai judul, kemarin malam tanpa sengaja saya lihat film cinderella yg kalau g salah judulx glass shoes. Awalx saya g ngeh kalau film itu menceritakan tentang cinderella. Di awal2 saya malah menganggap tokoh utamax adalah sang kakak tiri, yg bernama Iris karena dia punya karakterisasi yg kuat. Digambarkan dia adalah seorang gadis yg cerdas dan berbakat. Sementara sang cinderella yg bernama Clara digambarkan sebagai gadis cantik yg manja dan g mau keluar rumah. Saya baru ngeh ketika ibu Iris mendekati ayah Clara kemudian mereka menikah.
Berbeda dengan versi cinderella lainx dimana cinderella disiksa oleh ibu tirix, Clara bekerja layakx pembantu atas keinginanx sendiri. Kebetulan walau kaya rumahx g ada pembantux. Awalx Iris, ibux dan kakakx yg bekerja di sana, tapi karena ibu Iris sudah jadi nyonya rumah, dia terbebas dari tugas pembantu. Dia g memaksa Clara untuk bekerja. Clara bekerja karena g mau disuruh keluar rumah dan memilih untuk sembunyi di dapur. Sang ibu tiri bukanx ibu tiri yg baik, dia memaksa Clara untuk menikah dg orang yg akan menyita rumah mereka. Berusaha menarik perhatian suamix agar diperlakukan lebih baik dari Clara.
Seperti yg saya katakan sebelumx, di awal cerita saya menganggap Iris sebagai tokoh utama, tokoh yg menjadi center cerita. Karena memang Iris mendapat porsi penceritaan yg lebih banyak. Dia gadis yg mempunyai bakat melukis, dia belajar melukis dari seorang seniman dan bersahabat denganx. Ketika berhadapan dg orang lain dia bisa berbicara dg melontarkan kata2 yg cerdas dan membuat orang tahu kalau dia gadis cerdas. Tapi sayang dia terlalu rendah diri. Dia menganggap dirix g menarik karena kalah cantik dari Clara. Dia juga dipaksa ibux untuk menjalani hidup sesuai keinginan ibux. Dia jadi g yakin untuk meraih impianx menjadi pelukis. Juga menunjukkan cintax pada Casper, pelukis muda pujaan hatix.
Saya sudah banyak melihat berbagai versi kisah Cinderella. Saya paling suka Cinderella yg diperankan oleh Drew Barrymore yg berjudul Ever After. Cinderella terlihat kuat dan tangguh juga cerdas. Hubunganx dg pangeran juga lebih romantis dan masuk akal. Pangeran jatuh cinta pada Cinderella g hanya karena cantik tapi juga karena dia cerdas dan menarik. Dalam glass shoes sang pangeran jatuh cinta hanya karena Clara cantik. Dia sudah bernafsu duluan lihat Clara datang. Sebelumx pangeran tertarik pada Iris yg terlihat cerdas waktu diajakx bicara.
Beberapa waktu yg lalu ada drama korea yg ditayangkan di Indosiar yg berjudul Cinderella's stepsister. Saya suka ide cerita kakak tiri dijadikan sebagai pemeran utama. Tapi saya hanya lihat episode awalx aja. Sisax g saya lihat karena ceritax g ada bedanya dg sinetron.
En jo sang kakak tiri, digambarkan sebagai gadis pintar tapi memiliki kebencian yg besar. Dia g pernah senyum dan g pernah memperhatikan orang lain. Persamaanx dg Iris adalah mereka sama2 gadis pintar. Tapi Iris walau kakak tiri, dia g pernah jahat pada Clara, justru dia sering membantu Clara. Walau dia sedikit iri pada kecantikan Clara yg membuat Casper tertarik. Satu hal yg membuatx g pede pada perasaanx dg Casper.
Glass shoes bukan film yg luar biasa. Tapi saya bisa menikmatix. Karena saya memang suka dg cerita Cinderella. Tapi di film ini saya lebih suka kisah antara Iris dg Casper.
Wassalamualaikum
Langganan:
Komentar (Atom)