Assalamualaikum
Saya suka drama Asia. Terutama dorama Jepang. Tapi sayang TV Indonesia jarang nayangin drama dari negeri matahari terbit. Saya ingat, dorama Jepang terakhir yg diputar di Indosiar adalah the ring 2. Itupun tayangx tengah malam. Sekarang yg sedang booming adalah drama Korea. Saya cukup menikmatix. Walau inti cerita semua drama sama, tapi orang Korea lumayan kreatif mengolah cerita dalam dramax.
Yg sedang diputar di televisi Indonesia sekarang salah satux adalah Personal taste. Buat penggemar Lee Min Ho pasti suka dg drama ini.
Cerita diawali dg pertemuan Jin Ho (Lee Min Ho) dg Kae In (So Hye Jin). Mereka berebut taksi tapi malah sama2 naik bis. Tanpa sengaja Jin Ho memegang bokong Kae In ketika bis tiba2 berhenti. Sebagai gantix Kae In merusak contoh bangunan yg dibawa Jin Ho. Ternyata tujuan mereka sama, Jin Ho mengikuti lomba arsitektur, Kae In melakukan pameran furnitur. Jin Ho kalah dari Chang Ryul yg merupakan pacar Kae In, tapi ternyata akan menikah dg sahabat Kae In, In Hee. Ketika Chang Ryul ingim memberi tahu Kae In, Kae In malah mengira dirix akam diramal. Kae In baru mengetahuix ketika menghadiri pesta perkawinan In Hee tanpa tahu kalau calon suamix adalah chang Ryul. Ketika mengetahuix, Kae In syok dan malah diamankan di ruang siaran. Karena tidak sengaja tombol on air tertekan, Kae In dan temanx membicarakan tentang kejelekan Chang Ryul yg kemudian membuat In Hee marah dan membatalkan pernikahan. Belum cukup dicampakkan pacarx dan dikhianati sahabatx, uang Kae In yg jatahx untuk membayar hutang di bank dihabiskan rekanx. Tapi Kae In adalah gadis polos yg berpikiran positif, rekanx dibiarkan kabur. Untuk melunasi hutang bank dia menyewakan kamar di rumahx, sang go jae. Kebetulan sang go jae dijadikan model untuk pembangunan sebuah museum. Perusahaan Jin Ho yg terancam bangkrut mengikuti lomba itu dan bertekat menang. Karena itu mereka melakukan segala cara. Jin Ho menyewa kamar di sang go jae. Awalx Kae In menolak, tapi setelah diyakinkan kalau tidak akan terjadi apa2 karena teman Kae In mengira Jin Ho gay karena kesalah pahaman. Tinggallah Jin Ho di rumah Kae In. Cerita terus bergulir seputar usaha Kae In dg dibantu Jin Ho membalas dendam kepada Chang Ryul. Karena itu Kae In dan Jin Ho menjadi semakin dekat dan akhirx saling jatuh cinta. Tapi Jin Ho harus dihadapkan suatu pilihan, memilih Kae In atau memenangkan lomba.
Sinopsisx panjang banget. Drama ini lumayan bagus. Chemistry antara Lee Min Ho dan So Hye Jin bagus. Padahal Lee Min Ho lebih muda dari So Hye Jin. Peranx sebagai Jin Ho jauh lebih bagus daripada ketika dia berperan sebagai Gu Jun Pyo di BBF. Di drama ini juga bertaburan cameo bintang terkenal. Seperti Kim Nam Gil dan Yoon Eun Hye. Ada satu adegan yang sangat saya suka. Waktu itu Kae In menemani Jin Ho ke pesta sebagai salah satu strategi untuk membalas dendam ke Chang Ryul. Di tengah pesta tiba2 Kae In dismenorea karena datang bulan. Dia menyuruh Jin Ho beli pembalut, Jin Ho langsung melesat pergi beli pembalut. Walau agak malu disoraki siswi2 SMA. Di rumah ternyata perut Kae In masih sakit. Karena khawatir Jin Ho membuatkan minuman hangat. Tapi Kae In malah tidur di lantai karena saking sakitx, Jin Ho pergi ke rumahx untuk mengambil obat penghilang sakit. Setelah minum obat dari Jin Ho, Kae In minta dielus perutx, dg patuh Jin Ho melakukanx. Jin Ho bener2 laki2 impian :)
Kekurangan drama ini sama dg drama2 Korea lainx. Entah ini kekurangan atau g, tapi saya g nyaman melihatx. Banyak adegan dipaksakan. Tapi overall drama ini asyik. G rugi melihatx. Terutama bagi penggemar Lee Min Hoo.
Wassalamualaikum
Tampilkan postingan dengan label Drama korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama korea. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 November 2010
Rabu, 29 September 2010
Princess hour
Assalamualaikum!
Masih ingat dg drama Korea Princess our? Drama yg menceritakan tentang kerajaan Korea di abad ke 21 kembali ditayangkan di tv Indonesia. Saya suka sekali dg drama ini. Waktu pertama kali ditayangkan di Indonesia ketika saya SMA, saya g pernah absen menontonx setiap hari minggu. Bahkan ketika diputar kembali, saya masih g bosan melihatx. Setelah kurang lebih dari 3 tahun, saya menyadari ada beberapa hal mengganjal yg saya lihat. Seingat saya dulu saya g mempermasalahkanx. Saya menikmatix. Sekarang setelah berkali2 melihatx, saya baru mengetahuix. Di antarax seperti peran dari Chae Gyong sang pemeran utama. Di awal2 karakterx memikat karena sifatx yg ceria dan seolah g takut dg putra mahkota yg dingin. Di pertengahan sifat ceriax mulai menghilang atau berkurang. Bisa dimaklumi karena masalah udah datang silih berganti. Tapi sebagai pemeran utama, Chae gyong terlihat lemah. Di dalam cerita terselip cinta segiempat dan dia adalah penyebab 2 pangeran saling berseteru. Dan di tengah perseteruan itu dia terlihat g punya pendirian. Dia cenderung gampang terpengaruh. Dalam persoalaan yg terjadi di istana, dia g punya peran apa2 kecuali sebagai salah satu penyebab skandal dalam istana. Walaupun pada akhirx Chae gyong berkorban untuk menghilangkan skandal. Itupun karena keputusan raja. Oh ya ngomong2 soal raja, dari pertama saya lihat drama ini sampai sekarang, pendapat saya g berubah tentang karakter raja ini. Mungkin dia salah satu karakter raja payah. Terlihat seolah sebagai raja yg arif bijaksana padahal g punya wibawa sama sekali. Mungkin saya berlebihan, tapi saya benar2 jengkel dg karakter raja ini. Sepanjang film saya g pernah melihat wibawax sebagai raja. G heran kalau banyak masalah di istana. Yg lebih menjengkelkan tanpa berpikir dia dg seenakx menyalahkan putra kandungx sendirin. Bukan tipe ayah yg patut ditiru. Apalagi sampai akhir masalah sang raja sama putra mahkota g diselesaikan. G ada pembicaraan dari hati ke hati antara ayah dan anak sehingga mereka saling memahami. Malah putri mahkota dan permaisuri yg melakukanx.
Tokoh paling kuat dalam drama terlihat pada permaisuri dan ratu dowager (betul g sih namax?). Dua wanita yg saling bersaing agar menjadi raja. Karena mereka, cerita Princess our seolah hanya tentang segala taktik mereka supaya anak2 mereka naik tahta dan cerita cinta Chae gyong hanya pelengkap saja.
Sama seperti halx drama2 Korea pada umumx, keromantisan pasangan utama baru dieksprol di episode2 akhir. Tapi saya cukup menikmatix. Cukuplan untuk mengobati kejenuhan di episode2 sebelumx karena hanya bercerita tentang perseteruan.
Di luar itu semau, saya masih menganggap Princess our sebagai drama Korea yg paling saya sukai.
Wassalamualaikum
Masih ingat dg drama Korea Princess our? Drama yg menceritakan tentang kerajaan Korea di abad ke 21 kembali ditayangkan di tv Indonesia. Saya suka sekali dg drama ini. Waktu pertama kali ditayangkan di Indonesia ketika saya SMA, saya g pernah absen menontonx setiap hari minggu. Bahkan ketika diputar kembali, saya masih g bosan melihatx. Setelah kurang lebih dari 3 tahun, saya menyadari ada beberapa hal mengganjal yg saya lihat. Seingat saya dulu saya g mempermasalahkanx. Saya menikmatix. Sekarang setelah berkali2 melihatx, saya baru mengetahuix. Di antarax seperti peran dari Chae Gyong sang pemeran utama. Di awal2 karakterx memikat karena sifatx yg ceria dan seolah g takut dg putra mahkota yg dingin. Di pertengahan sifat ceriax mulai menghilang atau berkurang. Bisa dimaklumi karena masalah udah datang silih berganti. Tapi sebagai pemeran utama, Chae gyong terlihat lemah. Di dalam cerita terselip cinta segiempat dan dia adalah penyebab 2 pangeran saling berseteru. Dan di tengah perseteruan itu dia terlihat g punya pendirian. Dia cenderung gampang terpengaruh. Dalam persoalaan yg terjadi di istana, dia g punya peran apa2 kecuali sebagai salah satu penyebab skandal dalam istana. Walaupun pada akhirx Chae gyong berkorban untuk menghilangkan skandal. Itupun karena keputusan raja. Oh ya ngomong2 soal raja, dari pertama saya lihat drama ini sampai sekarang, pendapat saya g berubah tentang karakter raja ini. Mungkin dia salah satu karakter raja payah. Terlihat seolah sebagai raja yg arif bijaksana padahal g punya wibawa sama sekali. Mungkin saya berlebihan, tapi saya benar2 jengkel dg karakter raja ini. Sepanjang film saya g pernah melihat wibawax sebagai raja. G heran kalau banyak masalah di istana. Yg lebih menjengkelkan tanpa berpikir dia dg seenakx menyalahkan putra kandungx sendirin. Bukan tipe ayah yg patut ditiru. Apalagi sampai akhir masalah sang raja sama putra mahkota g diselesaikan. G ada pembicaraan dari hati ke hati antara ayah dan anak sehingga mereka saling memahami. Malah putri mahkota dan permaisuri yg melakukanx.
Tokoh paling kuat dalam drama terlihat pada permaisuri dan ratu dowager (betul g sih namax?). Dua wanita yg saling bersaing agar menjadi raja. Karena mereka, cerita Princess our seolah hanya tentang segala taktik mereka supaya anak2 mereka naik tahta dan cerita cinta Chae gyong hanya pelengkap saja.
Sama seperti halx drama2 Korea pada umumx, keromantisan pasangan utama baru dieksprol di episode2 akhir. Tapi saya cukup menikmatix. Cukuplan untuk mengobati kejenuhan di episode2 sebelumx karena hanya bercerita tentang perseteruan.
Di luar itu semau, saya masih menganggap Princess our sebagai drama Korea yg paling saya sukai.
Wassalamualaikum
Langganan:
Komentar (Atom)