Assalamualaikum!
Fuko Kameyama adalah gadis biasa2 aja. G cantik jg g pintar. Tapi dia punya sifat ceria dan sangat suka dengan anak2. Suatu hari sebelum dia masuk SMA, datang 2 cowok keren sepupuan yg tinggal di apartemen di atas apartemen keluarganya. Pertemuan Fuko dg 2 cowok keren itu bisa dibilang g mengesankan, bahkan terbilang menyebalkan. Fuko tanpa sengaja memecahkan gelas kesayangan salah satu cowok itu, Ichi Shinpo. Tanpa basa-basi cowok cool ini mengucapkan kata2 yg membuat Fuko sebal. Sedangkan cowok yang satunya, Daiya Shinpo tanpa rasa bersalah membuka rok Fuko dan mengintip celana dalamnya. Ternyata 2 saudara sepupu itu satu SMA dengan Fuko. Bahkan Ichi satu kelas dengannya. Ketika pulang sekolah Fuko tanpa sengaja melihat Daiya sedang berciuman dengan kakak kelas. Fuko jadi tahu kalau Daiya adalah seorang play boy. Di lain pihak Fuko bertemu Ichi ketika akan pulang. Tiba2 turun hujan. Fuko tidak membawa payung. Dia melihat Ichi melepas jas seragamnya, Fuko mengira Ichi akan meminjamkan jasnya, tapi ternyata Ichi dengan cueknya menggunakan jasnya sendiri untuk pulang. Meninggalkan Fuko sendirian. Dalam satu hari dia merasa sebal dg tetangga barunya itu yang meskipun keren tapi kelakuannya buruk.
Walau pada awalnya Fuko memiliki kesan buruk pada 2 saudara sepupu itu, seiring berjalannya waktu setelah dia bergaul dg mereka, Fuko bisa akrab dg mereka. Karena Fuko memang cewek yg gampang bergaul. Bahkan setelah menyadari kebaikan Daiya, Fuko jadi naksir sama cowok periang ini. Tapi sayang Daiya bercerita pada Fuko kalau dia tidak tahu bagaimana perasaan suka yang sesungguhnya. Dia berkencan dg banyak cewek karena dia memang menyukai cewek. Tapi tanpa ada rasa suka. Itu sebabnya dia selalu menolak gadis yang serius suka padanya karena dia tidak akan bisa membalas perasaan cewek itu. Dia lebih suka jalan dengan cewek yg mau diajak main2 dengannya. Fuko nggak menyerah meski mengetahui kenyataan itu. Walaupun dia juga punya saingan kakak kelas yang cantik, kak Akio di klub tenis yang diikuti Daiya. Bahkan Fuko masuk klub tenis agar bisa lebih akrab dengan Daiya.
Di lain pihak Fuko juga semakin akrab dengan Ichi karena satu kelas. Fuko menjadi satu2nya cewek yg akrab dg Ichi. Belakangan Daiya menyadari kalu Ichi suka sama Fuko dan di suatu kesempatan malah mendesak Ichi untuk mengutarakan perasaannya pada Fuko. Daiya nggak tahu kalau Fuko menyukainya, sedangkan Ichi sangat tahu kalau Fuko naksir Daiya. Tapi dia mengakui perasaannya di depan Daiya. Kebetulan waktu itu ada Fuko. Nah, siapa yang akan dipilih Fuko? Daiya yg play boy tapi baik hati dan ceria atau Ichi yg cool dan bermulut pedas tapi juga punya hati yg baik.
Parfai tic! adalah manga yang paling saya sukai. Saking sukanya meski volumenya panjang, saya rela memburunya. Manga sepanjang 22 seri ini memang kabarnya terkenal di Jepang sana. Ceritanya memang menarik. Meski panjang tapi nggak bertele2. Ceritanya mengalir dg lancar. Apalagi Nagamu Nanaji sensei sang pengarang, banyak menyelipkan humor di ceritanya. Terutama karena sifat Fuko yg bisa dibilang bodoh. Dari luar rasanya Fuko beruntung banget bisa tetanggaan dg 2 cowok cakep dan akrab dengannya. Tapi kalau kita mengikuti cerita cinta segi tiga mereka kita jadi tahu kalau pertemuan Fuko dg 2 cowok keren ini bukanlah anugrah melainkan bencana. Karena nggak mudah untuk bisa bahagia dg salah satu di antara mereka (dalem banget ^^). Mungkin ada juga beberapa pembaca yg beranggapan kalau Fuko plin plan. Tapi kalau dipikir dg cermat, kalau kita jadi Fuko pasti akan bimbang seperti dia.
Karena ceritanya panjang dan lumayan berliku, para penggemar pastinya penasaran dengan siapa Fuko akhirnya bersama. Dengan Daiya atau Ichi atau malah dg cowok lain. Bagi beberapa penggemar mungkin endingnya nggak sesuai harapan karena karena ada 2 cowok, mau g mau ada 2 kubu yg mendukung 2 cowok ini. Tapi ending yang dihadirkan sangat manis kalau menurut saya. Manga ini sendiri sudah diadaptasi menjadi drama di Taiwan. Tapi saya belum melihatnya. Biasanya kalau manga panjang yg dijadikan drama hasilnya agak beda. Semoga saja bagus walau saya agak kurang sreg dg pemainnya.
Bagi yang suka cerita pencintaan remaja yg lucu, Parfait Tic! adalah pilihan yang sangat tepat. Apalagi manga ini memiliki artwork yang bagus, detail dan rapi. Sangat menghibur. Selamat membaca.
Wassalamualaikum
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Senin, 31 Januari 2011
Kamis, 02 Desember 2010
Love College
Assalamualaikum,
Apa yg akan kamu lakukan ketika pacar kamu ternyata lebih berbakat dalam bidang yg kamu geluti ketimbang kamu? Apa kamu akan mendukungnya atau malah iri padanya? Tidak semua orang punya kelapangan hati. Ketika ada orang yang lebih sukses dari kita dalam bidang yang sama seperti yg kita geluti, banyak atau sedikit pasti akan timbul rasa iri. Entah itu iri yg baik atau iri yg jelek. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Seperti yg dialami Makoto Segawa dalam film Love College. saya sudah lama nonton film Love College ini. Dulu karena penasaran dg Ryuhei Matsuda, saya mencari2 info2 tentangnya. Termasuk film2nya. Ketika nemu dvdnya di tempat penyewaan, tanpa pikir panjang sayapun menyewanya, berikut film Conan live action (saya ngebet banget pengen lihat coz yg main Shun Oguri ^^) dan Death Note. Saya melihatnya malam2 ketika semua orang di rumah tidur. Dan rasanya nyaman banget karena feel filmnya dapat banget.
Film dimulai dg wawancara Makoto Segawa (Ryuhei Matsuda) seorang fotografer yg lebih dikenal dg nama Chizuru Satonaka. Dan ceritapun berganti ketika Makoto masih menjadi fotografer biasa, dia baru saja dipecat dan memukul kliennya. Ketika pulang dia mendapat surat dari mantan pacarnya, Chizuru Satonaka (Ryoko Hirosue). Chizuri menulis kalau dia ada di New York dan akan melakukan pameran foto. Dia juga mengirimkan foto2nya pada Makoto. Tapi Makoto malah membuang semua foto itu dan ingatannya kembali ke waktu 2 tahun lalu. Makoto pertama kali bertemu dengan Chizuru ketika dia meminta Makoto untuk memotretnya ketika memukul seorang laki2. Sejak saat itu Makoto tertarik dengan Chizuru. Makoto bertemu lagi dg Chizuru ketika dia sedang menolong gadis kecil mengambil balonnya yg tersangkut di tiang listrik. Tanpa pikir panjang Makoto memotret Chizuru yg sedang memanjat tiang listrik. Mengetahui dirinya dipotret, Chizuru pun berpose. Sejak itu Chizuru menjadi model Makoto. Dan akhirnya tinggal bersama setelah sebelumnya Makoto sempat marah pada Chizuru karena cerita temannya. Setiap hari mereka berkeliling kota untuk mencari obyek foto. Pada awalnya hanya Makoto yg memotret, tapi ternyata Chizuru juga tertarik. Makotopun mengajari Chizuru memotret. Di luar dugaan ternyata Chizuru berbakat. Foto hasil jepretannya lebih bernyawa. Suatu ketika Chizuru mengajak Makoto mengikuti lomba foto. Ternyata Chizuru mendapat penghargaan khusus, dan Makoto kalah. Makoto merasa kesal karena merasa dirinya tidak berbakat dan akibatnya dia mengakhiri hubungannya dg Chizuru. Chizuru keluar dari apartemen Makoto dg janji kalau mereka akan bertemu lagi. Cerita kembali di masa sekarang. Makoto mendengar berita kalau Chizuru sudah meninggal di New York dari teman kuliahnya. Makoto tidak percaya dan ingin membuktikan kebenaran berita itu dg menemui Chizuru di New York. Karena surat Chizuru telah dibuangnya, Makoto hanya mengandalkan 1 foto Chizuru yg masih tersisa. Dan dimulailah petualangan Makoto di New York untuk bisa bertemu dg Chizuru.
Seperti yang saya katakan di atas saya melihat film ini karena ada Ryuhei Matsuda. Dan di sepanjang film ini, Ryuhei Matsuda yg wajahnya masih manis (sekarang udah lebih dewasa, apalagi setelah jadi suami dan ayah) harus bonyok2. Kasihan deh.
Kelebihan film ini adalah foto2 yg ditampilkan. Terutama foto2 yg diambil Chizuru. Interaksi antara Chizuru dan Makoto juga menarik. Chizuru yang spontan dan tak terduga dengan Makoto yg peragu. Gambar2 yg ditunjukkan juga indah. Kota Tokyo ketika musim dingin, lingkungan kampus, kota New York yg berwarna, dari yg indah sampai kawasan para imigran. Lagu backsoundnya juga indah, terutama bagian endingnya. Jalan ceritanya memang lambat dan terkesan membosankan. Tapi bagi pecinta film Jepang yg kebanyakan memiliki alur yg lambat, tidak akan mempermasalahkannya. Endingnya cukup mengejutkan. Saya tidak menyangka ternyata berakhir seperti itu. Oh ya, ternyata ada film lain yg hampir sama dg film ini. Judulnya Tada Kimi wo Aishiteru. Nama tokoh utamanya sama dan temanya juga tentang fotografi. Tapi jalan cerita kedua film ini berbeda. Saya belum melihatnya. Jadi saya tidak bisa membandingkannya.
Saya sudah melihat film ini berkali2. Saya sangat menyukainya. Karena melihat film ini saya jadi tertarik dg fotografi.
Jya!
Wassalamualaikum
Apa yg akan kamu lakukan ketika pacar kamu ternyata lebih berbakat dalam bidang yg kamu geluti ketimbang kamu? Apa kamu akan mendukungnya atau malah iri padanya? Tidak semua orang punya kelapangan hati. Ketika ada orang yang lebih sukses dari kita dalam bidang yang sama seperti yg kita geluti, banyak atau sedikit pasti akan timbul rasa iri. Entah itu iri yg baik atau iri yg jelek. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Seperti yg dialami Makoto Segawa dalam film Love College. saya sudah lama nonton film Love College ini. Dulu karena penasaran dg Ryuhei Matsuda, saya mencari2 info2 tentangnya. Termasuk film2nya. Ketika nemu dvdnya di tempat penyewaan, tanpa pikir panjang sayapun menyewanya, berikut film Conan live action (saya ngebet banget pengen lihat coz yg main Shun Oguri ^^) dan Death Note. Saya melihatnya malam2 ketika semua orang di rumah tidur. Dan rasanya nyaman banget karena feel filmnya dapat banget.
Film dimulai dg wawancara Makoto Segawa (Ryuhei Matsuda) seorang fotografer yg lebih dikenal dg nama Chizuru Satonaka. Dan ceritapun berganti ketika Makoto masih menjadi fotografer biasa, dia baru saja dipecat dan memukul kliennya. Ketika pulang dia mendapat surat dari mantan pacarnya, Chizuru Satonaka (Ryoko Hirosue). Chizuri menulis kalau dia ada di New York dan akan melakukan pameran foto. Dia juga mengirimkan foto2nya pada Makoto. Tapi Makoto malah membuang semua foto itu dan ingatannya kembali ke waktu 2 tahun lalu. Makoto pertama kali bertemu dengan Chizuru ketika dia meminta Makoto untuk memotretnya ketika memukul seorang laki2. Sejak saat itu Makoto tertarik dengan Chizuru. Makoto bertemu lagi dg Chizuru ketika dia sedang menolong gadis kecil mengambil balonnya yg tersangkut di tiang listrik. Tanpa pikir panjang Makoto memotret Chizuru yg sedang memanjat tiang listrik. Mengetahui dirinya dipotret, Chizuru pun berpose. Sejak itu Chizuru menjadi model Makoto. Dan akhirnya tinggal bersama setelah sebelumnya Makoto sempat marah pada Chizuru karena cerita temannya. Setiap hari mereka berkeliling kota untuk mencari obyek foto. Pada awalnya hanya Makoto yg memotret, tapi ternyata Chizuru juga tertarik. Makotopun mengajari Chizuru memotret. Di luar dugaan ternyata Chizuru berbakat. Foto hasil jepretannya lebih bernyawa. Suatu ketika Chizuru mengajak Makoto mengikuti lomba foto. Ternyata Chizuru mendapat penghargaan khusus, dan Makoto kalah. Makoto merasa kesal karena merasa dirinya tidak berbakat dan akibatnya dia mengakhiri hubungannya dg Chizuru. Chizuru keluar dari apartemen Makoto dg janji kalau mereka akan bertemu lagi. Cerita kembali di masa sekarang. Makoto mendengar berita kalau Chizuru sudah meninggal di New York dari teman kuliahnya. Makoto tidak percaya dan ingin membuktikan kebenaran berita itu dg menemui Chizuru di New York. Karena surat Chizuru telah dibuangnya, Makoto hanya mengandalkan 1 foto Chizuru yg masih tersisa. Dan dimulailah petualangan Makoto di New York untuk bisa bertemu dg Chizuru.
Seperti yang saya katakan di atas saya melihat film ini karena ada Ryuhei Matsuda. Dan di sepanjang film ini, Ryuhei Matsuda yg wajahnya masih manis (sekarang udah lebih dewasa, apalagi setelah jadi suami dan ayah) harus bonyok2. Kasihan deh.
Kelebihan film ini adalah foto2 yg ditampilkan. Terutama foto2 yg diambil Chizuru. Interaksi antara Chizuru dan Makoto juga menarik. Chizuru yang spontan dan tak terduga dengan Makoto yg peragu. Gambar2 yg ditunjukkan juga indah. Kota Tokyo ketika musim dingin, lingkungan kampus, kota New York yg berwarna, dari yg indah sampai kawasan para imigran. Lagu backsoundnya juga indah, terutama bagian endingnya. Jalan ceritanya memang lambat dan terkesan membosankan. Tapi bagi pecinta film Jepang yg kebanyakan memiliki alur yg lambat, tidak akan mempermasalahkannya. Endingnya cukup mengejutkan. Saya tidak menyangka ternyata berakhir seperti itu. Oh ya, ternyata ada film lain yg hampir sama dg film ini. Judulnya Tada Kimi wo Aishiteru. Nama tokoh utamanya sama dan temanya juga tentang fotografi. Tapi jalan cerita kedua film ini berbeda. Saya belum melihatnya. Jadi saya tidak bisa membandingkannya.
Saya sudah melihat film ini berkali2. Saya sangat menyukainya. Karena melihat film ini saya jadi tertarik dg fotografi.
Jya!
Wassalamualaikum
Label:
film Jepang,
review,
Ryoko Hirosue,
Ryuhei Matsuda
Selasa, 23 November 2010
Bumi Masih Berputar
Assalamualaikum
Entah kenapa hari ini saya ingat dengan komik saya yang judulnya Bumi Masih Berputar. Saya beli komik ini waktu saya kelas 2 SMP. Sekarang saya baru aja lulus kuliah. Kalau dihitung2 udah 8 tahunan. Saya ingat dulu banyak teman sekelas yg pinjam komik saya itu sampai lecek saking seringnya dibaca. Padahal saya udah berusaha untuk menjaga komikx tetap bagus. Pasalx komik ini istimewa bagi saya karena beda dg komik2 lain yg pernah saya baca. Bumi masih berputar terbit di Jepang pada tahun 1985. Tapi ceritanya masih relevan di masa sekarang. Tema komik ini adalah tentang orang aneh dari dimensi lain. Bercerita tentang seorang gadis SMA bernama Sakami Torii yg bersahabat dg 3 cowok keren teman sekelasnya tapi memiliki pribadi yg aneh. Ada Daiji Morisaki yg masochist, Shiro Haruna yg mother complex, dan Tenku Otokuni yg narcissist. Pada awalnya Sakami takut dg 3 sekawan ini ketika mengetahui rahasia mereka dan berusaha menghindar, tapi akhirnya bersahabat karib dg mereka ketika tidak sengaja 3 sekawan itu tahu rahasia Sakami tentang ayahnya yg tidak macho.
Cerita yg disajikan ringan dan lucu. Kelucuan spontan yg biasanya ada di komik2 Jepang di tahun 80an (ini hanya pandangan pribadi saya). Karena temanya tentang orang aneh, hampir semua tokoh yg muncul memiliki kepribadian aneh. Tidak hanya 3 sekawan Daitenshi. Tokoh yg kelihatannya normal, tapi seiring dengan berjalannya cerita ternyata memiliki penyimpangan kepribadian. Di sini diceritakan walau hal2 aneh sudah dianggap tidak aneh lagi, tapi tetap saja beberapa orang masih menganggap orang yg memiliki kepribadian yg menyimpang dianggap aneh dan menjauhi mereka. Hal itu masih berlaku di jaman sekarang, 25 tahun setelah komik ini terbit, bagaimana orang2 transeksual, gay, atau lesbian masih dikucilkan dalam masyarakat. Tapi bumi masih berputar, apapun pandangan orang, tetap ada hari esok dimana kita bisa berusha menjadi pribadi yg lebih baik.
Komik ini adalah shoujo manga yg menghibur dan ringan. Ceritanya tidak secara langsung menganjurkan kita untuk menghargai semua orang apapun keadaannya. Tapi dengan pemahaman yg bijaksana, komik yg dari luar hanya menghibur ternyata bisa memberikan makna yg dalam. Memang sudah banyak cerita tentang orang2 dg kepribadian yg tidak biasa, Bumi Masih Berputar menurut saya adalah salah satu yg bagus dan wajib dibaca sebagai hiburan.
Wassalamualaikum
Entah kenapa hari ini saya ingat dengan komik saya yang judulnya Bumi Masih Berputar. Saya beli komik ini waktu saya kelas 2 SMP. Sekarang saya baru aja lulus kuliah. Kalau dihitung2 udah 8 tahunan. Saya ingat dulu banyak teman sekelas yg pinjam komik saya itu sampai lecek saking seringnya dibaca. Padahal saya udah berusaha untuk menjaga komikx tetap bagus. Pasalx komik ini istimewa bagi saya karena beda dg komik2 lain yg pernah saya baca. Bumi masih berputar terbit di Jepang pada tahun 1985. Tapi ceritanya masih relevan di masa sekarang. Tema komik ini adalah tentang orang aneh dari dimensi lain. Bercerita tentang seorang gadis SMA bernama Sakami Torii yg bersahabat dg 3 cowok keren teman sekelasnya tapi memiliki pribadi yg aneh. Ada Daiji Morisaki yg masochist, Shiro Haruna yg mother complex, dan Tenku Otokuni yg narcissist. Pada awalnya Sakami takut dg 3 sekawan ini ketika mengetahui rahasia mereka dan berusaha menghindar, tapi akhirnya bersahabat karib dg mereka ketika tidak sengaja 3 sekawan itu tahu rahasia Sakami tentang ayahnya yg tidak macho.
Cerita yg disajikan ringan dan lucu. Kelucuan spontan yg biasanya ada di komik2 Jepang di tahun 80an (ini hanya pandangan pribadi saya). Karena temanya tentang orang aneh, hampir semua tokoh yg muncul memiliki kepribadian aneh. Tidak hanya 3 sekawan Daitenshi. Tokoh yg kelihatannya normal, tapi seiring dengan berjalannya cerita ternyata memiliki penyimpangan kepribadian. Di sini diceritakan walau hal2 aneh sudah dianggap tidak aneh lagi, tapi tetap saja beberapa orang masih menganggap orang yg memiliki kepribadian yg menyimpang dianggap aneh dan menjauhi mereka. Hal itu masih berlaku di jaman sekarang, 25 tahun setelah komik ini terbit, bagaimana orang2 transeksual, gay, atau lesbian masih dikucilkan dalam masyarakat. Tapi bumi masih berputar, apapun pandangan orang, tetap ada hari esok dimana kita bisa berusha menjadi pribadi yg lebih baik.
Komik ini adalah shoujo manga yg menghibur dan ringan. Ceritanya tidak secara langsung menganjurkan kita untuk menghargai semua orang apapun keadaannya. Tapi dengan pemahaman yg bijaksana, komik yg dari luar hanya menghibur ternyata bisa memberikan makna yg dalam. Memang sudah banyak cerita tentang orang2 dg kepribadian yg tidak biasa, Bumi Masih Berputar menurut saya adalah salah satu yg bagus dan wajib dibaca sebagai hiburan.
Wassalamualaikum
Rabu, 03 November 2010
Personal taste
Assalamualaikum
Saya suka drama Asia. Terutama dorama Jepang. Tapi sayang TV Indonesia jarang nayangin drama dari negeri matahari terbit. Saya ingat, dorama Jepang terakhir yg diputar di Indosiar adalah the ring 2. Itupun tayangx tengah malam. Sekarang yg sedang booming adalah drama Korea. Saya cukup menikmatix. Walau inti cerita semua drama sama, tapi orang Korea lumayan kreatif mengolah cerita dalam dramax.
Yg sedang diputar di televisi Indonesia sekarang salah satux adalah Personal taste. Buat penggemar Lee Min Ho pasti suka dg drama ini.
Cerita diawali dg pertemuan Jin Ho (Lee Min Ho) dg Kae In (So Hye Jin). Mereka berebut taksi tapi malah sama2 naik bis. Tanpa sengaja Jin Ho memegang bokong Kae In ketika bis tiba2 berhenti. Sebagai gantix Kae In merusak contoh bangunan yg dibawa Jin Ho. Ternyata tujuan mereka sama, Jin Ho mengikuti lomba arsitektur, Kae In melakukan pameran furnitur. Jin Ho kalah dari Chang Ryul yg merupakan pacar Kae In, tapi ternyata akan menikah dg sahabat Kae In, In Hee. Ketika Chang Ryul ingim memberi tahu Kae In, Kae In malah mengira dirix akam diramal. Kae In baru mengetahuix ketika menghadiri pesta perkawinan In Hee tanpa tahu kalau calon suamix adalah chang Ryul. Ketika mengetahuix, Kae In syok dan malah diamankan di ruang siaran. Karena tidak sengaja tombol on air tertekan, Kae In dan temanx membicarakan tentang kejelekan Chang Ryul yg kemudian membuat In Hee marah dan membatalkan pernikahan. Belum cukup dicampakkan pacarx dan dikhianati sahabatx, uang Kae In yg jatahx untuk membayar hutang di bank dihabiskan rekanx. Tapi Kae In adalah gadis polos yg berpikiran positif, rekanx dibiarkan kabur. Untuk melunasi hutang bank dia menyewakan kamar di rumahx, sang go jae. Kebetulan sang go jae dijadikan model untuk pembangunan sebuah museum. Perusahaan Jin Ho yg terancam bangkrut mengikuti lomba itu dan bertekat menang. Karena itu mereka melakukan segala cara. Jin Ho menyewa kamar di sang go jae. Awalx Kae In menolak, tapi setelah diyakinkan kalau tidak akan terjadi apa2 karena teman Kae In mengira Jin Ho gay karena kesalah pahaman. Tinggallah Jin Ho di rumah Kae In. Cerita terus bergulir seputar usaha Kae In dg dibantu Jin Ho membalas dendam kepada Chang Ryul. Karena itu Kae In dan Jin Ho menjadi semakin dekat dan akhirx saling jatuh cinta. Tapi Jin Ho harus dihadapkan suatu pilihan, memilih Kae In atau memenangkan lomba.
Sinopsisx panjang banget. Drama ini lumayan bagus. Chemistry antara Lee Min Ho dan So Hye Jin bagus. Padahal Lee Min Ho lebih muda dari So Hye Jin. Peranx sebagai Jin Ho jauh lebih bagus daripada ketika dia berperan sebagai Gu Jun Pyo di BBF. Di drama ini juga bertaburan cameo bintang terkenal. Seperti Kim Nam Gil dan Yoon Eun Hye. Ada satu adegan yang sangat saya suka. Waktu itu Kae In menemani Jin Ho ke pesta sebagai salah satu strategi untuk membalas dendam ke Chang Ryul. Di tengah pesta tiba2 Kae In dismenorea karena datang bulan. Dia menyuruh Jin Ho beli pembalut, Jin Ho langsung melesat pergi beli pembalut. Walau agak malu disoraki siswi2 SMA. Di rumah ternyata perut Kae In masih sakit. Karena khawatir Jin Ho membuatkan minuman hangat. Tapi Kae In malah tidur di lantai karena saking sakitx, Jin Ho pergi ke rumahx untuk mengambil obat penghilang sakit. Setelah minum obat dari Jin Ho, Kae In minta dielus perutx, dg patuh Jin Ho melakukanx. Jin Ho bener2 laki2 impian :)
Kekurangan drama ini sama dg drama2 Korea lainx. Entah ini kekurangan atau g, tapi saya g nyaman melihatx. Banyak adegan dipaksakan. Tapi overall drama ini asyik. G rugi melihatx. Terutama bagi penggemar Lee Min Hoo.
Wassalamualaikum
Saya suka drama Asia. Terutama dorama Jepang. Tapi sayang TV Indonesia jarang nayangin drama dari negeri matahari terbit. Saya ingat, dorama Jepang terakhir yg diputar di Indosiar adalah the ring 2. Itupun tayangx tengah malam. Sekarang yg sedang booming adalah drama Korea. Saya cukup menikmatix. Walau inti cerita semua drama sama, tapi orang Korea lumayan kreatif mengolah cerita dalam dramax.
Yg sedang diputar di televisi Indonesia sekarang salah satux adalah Personal taste. Buat penggemar Lee Min Ho pasti suka dg drama ini.
Cerita diawali dg pertemuan Jin Ho (Lee Min Ho) dg Kae In (So Hye Jin). Mereka berebut taksi tapi malah sama2 naik bis. Tanpa sengaja Jin Ho memegang bokong Kae In ketika bis tiba2 berhenti. Sebagai gantix Kae In merusak contoh bangunan yg dibawa Jin Ho. Ternyata tujuan mereka sama, Jin Ho mengikuti lomba arsitektur, Kae In melakukan pameran furnitur. Jin Ho kalah dari Chang Ryul yg merupakan pacar Kae In, tapi ternyata akan menikah dg sahabat Kae In, In Hee. Ketika Chang Ryul ingim memberi tahu Kae In, Kae In malah mengira dirix akam diramal. Kae In baru mengetahuix ketika menghadiri pesta perkawinan In Hee tanpa tahu kalau calon suamix adalah chang Ryul. Ketika mengetahuix, Kae In syok dan malah diamankan di ruang siaran. Karena tidak sengaja tombol on air tertekan, Kae In dan temanx membicarakan tentang kejelekan Chang Ryul yg kemudian membuat In Hee marah dan membatalkan pernikahan. Belum cukup dicampakkan pacarx dan dikhianati sahabatx, uang Kae In yg jatahx untuk membayar hutang di bank dihabiskan rekanx. Tapi Kae In adalah gadis polos yg berpikiran positif, rekanx dibiarkan kabur. Untuk melunasi hutang bank dia menyewakan kamar di rumahx, sang go jae. Kebetulan sang go jae dijadikan model untuk pembangunan sebuah museum. Perusahaan Jin Ho yg terancam bangkrut mengikuti lomba itu dan bertekat menang. Karena itu mereka melakukan segala cara. Jin Ho menyewa kamar di sang go jae. Awalx Kae In menolak, tapi setelah diyakinkan kalau tidak akan terjadi apa2 karena teman Kae In mengira Jin Ho gay karena kesalah pahaman. Tinggallah Jin Ho di rumah Kae In. Cerita terus bergulir seputar usaha Kae In dg dibantu Jin Ho membalas dendam kepada Chang Ryul. Karena itu Kae In dan Jin Ho menjadi semakin dekat dan akhirx saling jatuh cinta. Tapi Jin Ho harus dihadapkan suatu pilihan, memilih Kae In atau memenangkan lomba.
Sinopsisx panjang banget. Drama ini lumayan bagus. Chemistry antara Lee Min Ho dan So Hye Jin bagus. Padahal Lee Min Ho lebih muda dari So Hye Jin. Peranx sebagai Jin Ho jauh lebih bagus daripada ketika dia berperan sebagai Gu Jun Pyo di BBF. Di drama ini juga bertaburan cameo bintang terkenal. Seperti Kim Nam Gil dan Yoon Eun Hye. Ada satu adegan yang sangat saya suka. Waktu itu Kae In menemani Jin Ho ke pesta sebagai salah satu strategi untuk membalas dendam ke Chang Ryul. Di tengah pesta tiba2 Kae In dismenorea karena datang bulan. Dia menyuruh Jin Ho beli pembalut, Jin Ho langsung melesat pergi beli pembalut. Walau agak malu disoraki siswi2 SMA. Di rumah ternyata perut Kae In masih sakit. Karena khawatir Jin Ho membuatkan minuman hangat. Tapi Kae In malah tidur di lantai karena saking sakitx, Jin Ho pergi ke rumahx untuk mengambil obat penghilang sakit. Setelah minum obat dari Jin Ho, Kae In minta dielus perutx, dg patuh Jin Ho melakukanx. Jin Ho bener2 laki2 impian :)
Kekurangan drama ini sama dg drama2 Korea lainx. Entah ini kekurangan atau g, tapi saya g nyaman melihatx. Banyak adegan dipaksakan. Tapi overall drama ini asyik. G rugi melihatx. Terutama bagi penggemar Lee Min Hoo.
Wassalamualaikum
Label:
Drama korea,
Lee Min Ho,
review,
So Hye Jin
Senin, 27 September 2010
(J-drama) Oh! My Girl!

Assalamualaikum
Setelah lama menonton dorama ini, saya baru sadar kalau saya menganggap seseorang sebagai orang lain. Saya baru mengetahuix hari ini. Rasax aneh sekali karena saya sudah lama menganggap tokoh utama dorama ini dg nama lain. Kok bisa salah begitu, karena ada 2 dorama dg judul hampir sama dan ide yg sama.
Saya nonton dorama ini waktu PKN. Karena banyak jadwal yg longgar, saya dan teman2 sekamar saya mengisi waktu longgar itu dg menonton film di laptop. Kami menyewa kaset cd film kesukaan kami masing2. Saya memilih oh! My girl karena sudah tahu ceritax. Ketika film diputar dg PDx saya menceritakan sinopsisx. Setelah dilihat, ternyata beda dg yg saya ceritakan. Belakangan saya baru tahu kalau yg saya ceritakan adalah film lain dg judul yg hampir sama. Saya jadi malu karena sok tahu.
Oh! My girl adalah dorama bergenre family. Diceritakan seorang cowok bernama Kotaro Yamashita yg bekerja sebagai wartawan freelance di sebuah majalah. Dia jg bermimpi ingin menjadi penulis novel. Suatu hari hidupx yg nyaman berubah ketika tiba2 seorang artis cilik datang ke rumahx dan mengaku sebagai keponakanx. Tentu saja dia kaget. Apalagi setelah manager gadis cilik yg bernama An itu datang sambil memasrahkan An padax dan meminta Kotaro untuk merawatx. Dan karena suatu sebab Kotaro bahkan harus tinggal bertiga dg An dan managerx di apartemen si manager layakx sebuah kelauarga. Apakah mereka bisa menjadi keluarga yg rukun?
Saya menonton dorama ini dg bahasa kalbu karena g ada subtitlex :-P
tapi saya lumayan bisa mengerti jalan ceritax meski g ngerti orang2x ngomong apa. Saya beruntung karena dorama yg saya lihat selalu bagus. Dorama ini salah satux. Ceritax sederhana. Setiap episode punya cerita sendiri yg menunjukkan perkembangan hubungan Kotaro dan An. Juga dg si manager, meski mereka selalu adu mulut. Lambat laun mereka menjadi saling mendukung. Ada suatu bagian ketika An cemburu pada anak lain yg dekat dg Kotaro.
Kostum para pemeranx juga bagus2. Saya juga gaya berpakaian Kotaro. Baju yg dipakai An juga lucu2. Karena dy artis bajux selalu mencolok.
Saya suka dorama karena ceritax selalu menunjukkan kehidupan kehidupan sehari2 sang tokoh secara nyata. Seperti dalam dorama ini. Setiap episode selalu diperlihatkan kegiatan Kotaro membuat artikel untuk majalahx.
Ceritax kadang lucu tapi tak jarang mengharukan.
Sayang saya g ngerti omangan para tokohx. Karena pasti banyak quote2 yg bagus seperti dorama2 lain pada umumx tanpa maksud menggurui. Recommend dorama.
Oh ya, pemeran Kotaro adalah Hayami Mokomichi, sebelumx saya mengira dia Aiba Masaki personel Arashi. Saya bukan penggemar Arashi jadi g hapal wajah2 personilx. Saya pernah mendengar Aiba Masaki pernah main dorama dg judul My Girl. Maka dg yakin saya menyimpulkan kalau dorama ini adalah dorama my girl. Lain kali saya akan lebih teliti. Untung doramax bagus
wassalamualaikum
Label:
diary,
Dorama,
Hayami Mokomichi,
review
Langganan:
Postingan (Atom)