Assalamualaikum,
Apa yg akan kamu lakukan ketika pacar kamu ternyata lebih berbakat dalam bidang yg kamu geluti ketimbang kamu? Apa kamu akan mendukungnya atau malah iri padanya? Tidak semua orang punya kelapangan hati. Ketika ada orang yang lebih sukses dari kita dalam bidang yang sama seperti yg kita geluti, banyak atau sedikit pasti akan timbul rasa iri. Entah itu iri yg baik atau iri yg jelek. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Seperti yg dialami Makoto Segawa dalam film Love College. saya sudah lama nonton film Love College ini. Dulu karena penasaran dg Ryuhei Matsuda, saya mencari2 info2 tentangnya. Termasuk film2nya. Ketika nemu dvdnya di tempat penyewaan, tanpa pikir panjang sayapun menyewanya, berikut film Conan live action (saya ngebet banget pengen lihat coz yg main Shun Oguri ^^) dan Death Note. Saya melihatnya malam2 ketika semua orang di rumah tidur. Dan rasanya nyaman banget karena feel filmnya dapat banget.
Film dimulai dg wawancara Makoto Segawa (Ryuhei Matsuda) seorang fotografer yg lebih dikenal dg nama Chizuru Satonaka. Dan ceritapun berganti ketika Makoto masih menjadi fotografer biasa, dia baru saja dipecat dan memukul kliennya. Ketika pulang dia mendapat surat dari mantan pacarnya, Chizuru Satonaka (Ryoko Hirosue). Chizuri menulis kalau dia ada di New York dan akan melakukan pameran foto. Dia juga mengirimkan foto2nya pada Makoto. Tapi Makoto malah membuang semua foto itu dan ingatannya kembali ke waktu 2 tahun lalu. Makoto pertama kali bertemu dengan Chizuru ketika dia meminta Makoto untuk memotretnya ketika memukul seorang laki2. Sejak saat itu Makoto tertarik dengan Chizuru. Makoto bertemu lagi dg Chizuru ketika dia sedang menolong gadis kecil mengambil balonnya yg tersangkut di tiang listrik. Tanpa pikir panjang Makoto memotret Chizuru yg sedang memanjat tiang listrik. Mengetahui dirinya dipotret, Chizuru pun berpose. Sejak itu Chizuru menjadi model Makoto. Dan akhirnya tinggal bersama setelah sebelumnya Makoto sempat marah pada Chizuru karena cerita temannya. Setiap hari mereka berkeliling kota untuk mencari obyek foto. Pada awalnya hanya Makoto yg memotret, tapi ternyata Chizuru juga tertarik. Makotopun mengajari Chizuru memotret. Di luar dugaan ternyata Chizuru berbakat. Foto hasil jepretannya lebih bernyawa. Suatu ketika Chizuru mengajak Makoto mengikuti lomba foto. Ternyata Chizuru mendapat penghargaan khusus, dan Makoto kalah. Makoto merasa kesal karena merasa dirinya tidak berbakat dan akibatnya dia mengakhiri hubungannya dg Chizuru. Chizuru keluar dari apartemen Makoto dg janji kalau mereka akan bertemu lagi. Cerita kembali di masa sekarang. Makoto mendengar berita kalau Chizuru sudah meninggal di New York dari teman kuliahnya. Makoto tidak percaya dan ingin membuktikan kebenaran berita itu dg menemui Chizuru di New York. Karena surat Chizuru telah dibuangnya, Makoto hanya mengandalkan 1 foto Chizuru yg masih tersisa. Dan dimulailah petualangan Makoto di New York untuk bisa bertemu dg Chizuru.
Seperti yang saya katakan di atas saya melihat film ini karena ada Ryuhei Matsuda. Dan di sepanjang film ini, Ryuhei Matsuda yg wajahnya masih manis (sekarang udah lebih dewasa, apalagi setelah jadi suami dan ayah) harus bonyok2. Kasihan deh.
Kelebihan film ini adalah foto2 yg ditampilkan. Terutama foto2 yg diambil Chizuru. Interaksi antara Chizuru dan Makoto juga menarik. Chizuru yang spontan dan tak terduga dengan Makoto yg peragu. Gambar2 yg ditunjukkan juga indah. Kota Tokyo ketika musim dingin, lingkungan kampus, kota New York yg berwarna, dari yg indah sampai kawasan para imigran. Lagu backsoundnya juga indah, terutama bagian endingnya. Jalan ceritanya memang lambat dan terkesan membosankan. Tapi bagi pecinta film Jepang yg kebanyakan memiliki alur yg lambat, tidak akan mempermasalahkannya. Endingnya cukup mengejutkan. Saya tidak menyangka ternyata berakhir seperti itu. Oh ya, ternyata ada film lain yg hampir sama dg film ini. Judulnya Tada Kimi wo Aishiteru. Nama tokoh utamanya sama dan temanya juga tentang fotografi. Tapi jalan cerita kedua film ini berbeda. Saya belum melihatnya. Jadi saya tidak bisa membandingkannya.
Saya sudah melihat film ini berkali2. Saya sangat menyukainya. Karena melihat film ini saya jadi tertarik dg fotografi.
Jya!
Wassalamualaikum
Tampilkan postingan dengan label film Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film Jepang. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Desember 2010
Minggu, 28 November 2010
Ultramen tuh keren lho!
Assalamualaikum,
masih ingat g sama pahlawan super raksasa dari negeri matahari terbit bernama ultraman? Pasti ingat dong. Mana ada pahlawan lain yg punya badan langsing tapi punya tenaga kuat kayak ultraman ini. Dulu di televisi kita rajin diputar berbagai macam versi ultraman. Saya g gitu ingat ultraman yg tayang jaman saya masih TK atau kelas 1 SD. Tapi yg paling saya ingat adalah ultraman tiga. Tayang waktu saya kelas 5 SD. Saya suka karena wujud manusia ultraman tiga yg bernama Daigo cakep ^^. Terus berturut2 ada ultraman Dina dan Gaya. Semua jenis ultraman itu punya cerita sendiri. Bagaimana kalau ketiga ultraman digabungin bersama beberapa ultraman jaman dulu angkatan 70an? Secara kebetulan saya lihat film ultraman yg menggabungkan ultraman akhir tahun 90an itu dan ultraman era 70an. Saya senang bisa lihat Daigo lagi yg masih cakep meski udah oom2 ^^. Tapi bukan film itu yg bikin saya jadi ingat dulu waktu kecil saya merasa kalau ultraman keren. Film yg baru aja saya lihat inilah yg bikin saya kembali bernostalgia dg ultraman. Di film ultraman yg berjudul ultraman battle galaxy menggabungkan smua jenis ultraman kumpul jadi satu. Di pembukaannya aja udah diperlihatkan planet tempat ultraman tinggal. Sejauh mata memandang isinya ultraman semua.
Karena musuhnya juga ultraman yg jahat, pertarungannya jadi lebih seru. Para wujud manusia ultraman yg biasanya g terlalu banyak beraksi, di sini juga dapat bagian lumayan banyak beraksi. Nggak kalah keren ketika mereka berubah jadi ultraman. Bahkan para wujud manusia ultraman seven yg udah sepuh juga g mau kalah dengan yg muda. Mungkin karena formatnya movie, adegan aksinya lebih banyak. Dari menit awal hingga akhir isi film 80% adalah aksi. Dan saya sangat menikmati. Bagaimana para ultraman yg super langsing itu memamerkan jurus2 pamungkas mereka. Kalau kalian penggemar ultraman, pasti tahu jurus patennya semua ultraman. Tangan kanan dan kiri yg disatukan seperti huruf L atau kadang seperti tanda plus dan mengeluarkan sinar yg dapat meledakkan monster. Juga pose2 ketika mereka baru aja berubah atau ketika baru aja selesai mengalahkan musuh. Bagi orang seumuran saya yg bukan pecinta tokusatsu pasti akan mengatakan pose2 ultraman itu norak dan kekanak2an. Mungkin saya masih kekanak2an, tapi ketegangan dan rasa kagum yang saya rasakan sama dg ketika saya melihat film2 kunfu jacky chan atau film aksi yg seru. Mungkin saya berlebihan.
Ceritanya sih biasa, seperti cerita2 ultraman pada umumnya. Tapi seperti film jepang pada umumnya, selalu ada pesan yg ingin disampaikan. Dan pesan itu pun sampai. Ultraman adalah icon pahlawan anak2 yg selalu mengajarkan tentang rasa percaya akan adanya kebaikan, mimpi, dan cita2. Setiap bentuk ultraman dari jaman dulu hingga sekarang selalu mengajarkan tentang rasa percaya dan impian akan perdamaian. Keren kan?
Wassalamualaikum
masih ingat g sama pahlawan super raksasa dari negeri matahari terbit bernama ultraman? Pasti ingat dong. Mana ada pahlawan lain yg punya badan langsing tapi punya tenaga kuat kayak ultraman ini. Dulu di televisi kita rajin diputar berbagai macam versi ultraman. Saya g gitu ingat ultraman yg tayang jaman saya masih TK atau kelas 1 SD. Tapi yg paling saya ingat adalah ultraman tiga. Tayang waktu saya kelas 5 SD. Saya suka karena wujud manusia ultraman tiga yg bernama Daigo cakep ^^. Terus berturut2 ada ultraman Dina dan Gaya. Semua jenis ultraman itu punya cerita sendiri. Bagaimana kalau ketiga ultraman digabungin bersama beberapa ultraman jaman dulu angkatan 70an? Secara kebetulan saya lihat film ultraman yg menggabungkan ultraman akhir tahun 90an itu dan ultraman era 70an. Saya senang bisa lihat Daigo lagi yg masih cakep meski udah oom2 ^^. Tapi bukan film itu yg bikin saya jadi ingat dulu waktu kecil saya merasa kalau ultraman keren. Film yg baru aja saya lihat inilah yg bikin saya kembali bernostalgia dg ultraman. Di film ultraman yg berjudul ultraman battle galaxy menggabungkan smua jenis ultraman kumpul jadi satu. Di pembukaannya aja udah diperlihatkan planet tempat ultraman tinggal. Sejauh mata memandang isinya ultraman semua.
Karena musuhnya juga ultraman yg jahat, pertarungannya jadi lebih seru. Para wujud manusia ultraman yg biasanya g terlalu banyak beraksi, di sini juga dapat bagian lumayan banyak beraksi. Nggak kalah keren ketika mereka berubah jadi ultraman. Bahkan para wujud manusia ultraman seven yg udah sepuh juga g mau kalah dengan yg muda. Mungkin karena formatnya movie, adegan aksinya lebih banyak. Dari menit awal hingga akhir isi film 80% adalah aksi. Dan saya sangat menikmati. Bagaimana para ultraman yg super langsing itu memamerkan jurus2 pamungkas mereka. Kalau kalian penggemar ultraman, pasti tahu jurus patennya semua ultraman. Tangan kanan dan kiri yg disatukan seperti huruf L atau kadang seperti tanda plus dan mengeluarkan sinar yg dapat meledakkan monster. Juga pose2 ketika mereka baru aja berubah atau ketika baru aja selesai mengalahkan musuh. Bagi orang seumuran saya yg bukan pecinta tokusatsu pasti akan mengatakan pose2 ultraman itu norak dan kekanak2an. Mungkin saya masih kekanak2an, tapi ketegangan dan rasa kagum yang saya rasakan sama dg ketika saya melihat film2 kunfu jacky chan atau film aksi yg seru. Mungkin saya berlebihan.
Ceritanya sih biasa, seperti cerita2 ultraman pada umumnya. Tapi seperti film jepang pada umumnya, selalu ada pesan yg ingin disampaikan. Dan pesan itu pun sampai. Ultraman adalah icon pahlawan anak2 yg selalu mengajarkan tentang rasa percaya akan adanya kebaikan, mimpi, dan cita2. Setiap bentuk ultraman dari jaman dulu hingga sekarang selalu mengajarkan tentang rasa percaya dan impian akan perdamaian. Keren kan?
Wassalamualaikum
Langganan:
Komentar (Atom)